Informasi Program Pangan dan Gizi Masyarakat

Sasaran Program P2B

Kelompok dan komunitas yang menggerakkan pemanfaatan pekarangan, dengan keluarga sebagai penerima manfaat utama.

Siapa sasaran program

Program P2B menyasar kelompok dan komunitas yang dapat menggerakkan pemanfaatan pekarangan secara bersama-sama, dengan keluarga sebagai penerima manfaat utama.

Pendekatan berbasis kelompok dipilih karena lebih efektif untuk berbagi bibit, pengetahuan, dan tenaga. Kelompok juga memudahkan pendampingan, pencatatan, serta menjaga semangat anggota agar kegiatan tidak berhenti setelah musim tanam pertama.

Kelompok sasaran

Kelompok Tani

Kelompok tani memiliki pengalaman budidaya dan akses terhadap sarana produksi. Dalam P2B, kelompok tani berperan sebagai penggerak teknis yang membantu anggota lain memahami cara menanam, merawat, dan memanen.

  • Pengelolaan kebun bibit
  • Lahan contoh
  • Berbagi teknik budidaya

Kelompok Wanita Tani (KWT)

KWT menjadi salah satu pelaku utama karena perempuan berperan besar dalam menentukan menu dan pengelolaan pangan keluarga. KWT juga aktif dalam pengolahan hasil panen menjadi produk sederhana.

  • Penataan pekarangan anggota
  • Pengolahan hasil
  • Edukasi menu beragam

Kelompok Masyarakat

Organisasi warga seperti kelompok dasawisma, karang taruna, atau perkumpulan lingkungan dapat mengelola lahan bersama, misalnya lahan tidur atau fasilitas umum yang belum dimanfaatkan.

  • Kebun bersama
  • Gotong royong penataan lahan
  • Pengomposan lingkungan

Keluarga

Keluarga adalah unit yang merasakan manfaat paling langsung. Setiap rumah tangga anggota kelompok menerapkan penataan pekarangan sesuai luas lahan dan kebutuhan konsumsinya.

  • Penanaman di pekarangan rumah
  • Pencatatan panen
  • Konsumsi hasil sendiri

Komunitas Desa

Di tingkat desa, kegiatan pekarangan dapat diintegrasikan dengan perencanaan desa agar dukungan lahan, air, dan kelembagaan terjaga dalam jangka panjang.

  • Dukungan lahan dan air
  • Jejaring antarkelompok
  • Keberlanjutan kegiatan

Kriteria umum kelompok sasaran

Kriteria berikut merupakan gambaran umum yang sering digunakan dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan. Penerapannya dapat berbeda sesuai kebijakan pelaksana di masing-masing wilayah.

  • Memiliki anggota aktif dan pengurus yang jelas.
  • Anggota memiliki pekarangan atau akses ke lahan bersama.
  • Bersedia mengikuti pelatihan dan pendampingan.
  • Bersedia mengelola kebun bibit secara bergiliran.
  • Memiliki akses air yang memadai untuk penyiraman.
  • Bersedia mencatat kegiatan dan hasil panen.

Pendekatan yang inklusif

Pemanfaatan pekarangan terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk keluarga dengan lahan sangat terbatas di perkotaan. Lansia, ibu rumah tangga, dan remaja dapat dilibatkan sesuai kemampuan, misalnya dalam penyemaian, penyiraman, atau pencatatan.

Rumah tangga dengan balita, ibu hamil, atau anggota keluarga lanjut usia dapat memprioritaskan tanaman sayuran hijau dan buah yang mudah diolah. Pemilihan komoditas dibahas di halaman Komoditas Pangan.