Informasi Program Pangan dan Gizi Masyarakat

Panduan Program P2B

Langkah praktis menata pekarangan menjadi kebun pangan keluarga, dari persiapan lahan hingga pemanfaatan hasil panen.

Tujuh panduan teknis

Panduan disusun berurutan, dari menyiapkan pekarangan hingga memanfaatkan hasil panen. Setiap panduan dapat dipraktikkan di pekarangan sempit maupun luas.

Panduan 1 dari 7

Persiapan Pekarangan

  1. Amati arah sinar matahari; sebagian besar sayuran membutuhkan sinar 5–6 jam per hari.
  2. Bersihkan lahan dari sampah, batu, dan gulma.
  3. Buat denah sederhana: area bedengan, rak, polybag, pohon buah, dan kompos.
  4. Pastikan sumber air dekat dan saluran pembuangan tidak tergenang.
Panduan 2 dari 7

Pemilihan Benih

  1. Pilih benih dari sumber yang jelas dan masih dalam masa simpan.
  2. Sesuaikan varietas dengan ketinggian tempat dan musim.
  3. Mulai dari sayuran daun yang cepat dipanen untuk membangun semangat.
  4. Sisihkan benih dari tanaman sehat untuk kebun bibit berikutnya.
Panduan 3 dari 7

Pengelolaan Media Tanam

  1. Campurkan tanah, kompos, dan sekam dengan perbandingan yang seimbang.
  2. Gunakan polybag atau wadah bekas yang diberi lubang drainase.
  3. Gemburkan bedengan dan beri pupuk organik sebelum tanam.
  4. Ganti atau perkaya media setelah dua hingga tiga kali tanam.
Panduan 4 dari 7

Pemeliharaan

  1. Siram pada pagi atau sore hari, hindari tengah hari yang terik.
  2. Cabut gulma secara rutin agar tidak bersaing dengan tanaman.
  3. Pasang ajir atau rambatan untuk tomat, cabai, dan kacang panjang.
  4. Tambahkan kompos atau pupuk organik cair secara berkala.
Panduan 5 dari 7

Pengendalian Organisme Pengganggu

  1. Periksa daun bagian bawah secara rutin untuk menemukan hama sejak dini.
  2. Ambil hama secara manual dan buang bagian tanaman yang sakit.
  3. Tanam tanaman pengusir hama seperti serai dan kemangi di sela bedengan.
  4. Gunakan pestisida nabati bila diperlukan, dengan dosis secukupnya.
Panduan 6 dari 7

Panen

  1. Panen sayuran daun saat daun muda dan segar, sebelum berbunga.
  2. Gunakan gunting atau pisau bersih agar tanaman tidak rusak.
  3. Panen pada pagi hari agar hasil tetap segar lebih lama.
  4. Catat jumlah dan jenis hasil panen dalam buku kelompok.
Panduan 7 dari 7

Pemanfaatan Hasil

  1. Prioritaskan hasil untuk menu keluarga yang beragam.
  2. Olah kelebihan panen menjadi produk awet sederhana.
  3. Bagikan atau jual kelebihan hasil melalui kelompok.
  4. Kembalikan sisa tanaman ke tempat kompos untuk musim berikutnya.

Butuh rincian per tanaman?

Lihat pengelompokan tanaman dan perkiraan umur panen pada halaman komoditas.

Buka Komoditas Pangan

Jadwal perawatan rutin

Jadwal berikut membantu keluarga membagi pekerjaan kebun agar tidak terasa berat. Sesuaikan dengan cuaca dan jenis tanaman.

Contoh jadwal perawatan kebun pekarangan
FrekuensiKegiatanCatatan
HarianPenyiraman, pemeriksaan singkat tanamanKurangi penyiraman saat musim hujan.
Dua kali sepekanPenyiangan gulma, pengecekan hamaPeriksa bagian bawah daun.
MingguanPupuk organik cair, panen sayuran daunCatat hasil panen di buku kelompok.
BulananPenambahan kompos, penyemaian ulangJaga agar panen berlangsung bergiliran.
Per musim tanamPenggantian media, rotasi tanamanHindari menanam jenis yang sama terus-menerus.

Membuat kompos sederhana

Kompos menjaga kesuburan pekarangan sekaligus mengurangi sampah rumah tangga. Campurkan bahan hijau seperti sisa sayuran dan daun segar dengan bahan cokelat seperti daun kering dan sekam. Aduk secara berkala dan jaga kelembapannya. Kompos umumnya siap digunakan ketika sudah berwarna gelap, gembur, dan tidak berbau menyengat.

Hindari memasukkan sisa daging, tulang, dan minyak ke dalam kompos rumah tangga karena dapat menimbulkan bau dan mengundang hewan.