Ketahanan Pangan
Keluarga memiliki sumber pangan dekat rumah yang dapat diandalkan, terutama saat harga di pasar naik.
Portal Informasi Program P2B
Program P2B mendorong pemanfaatan pekarangan secara produktif untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi, beragam, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pekarangan adalah lahan di sekitar rumah yang sering kali belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui Program P2B, lahan ini ditata menjadi kebun pangan keluarga yang menghasilkan sayuran, buah, umbi, dan tanaman bumbu secara bergiliran sepanjang tahun.
Pendekatannya sederhana: menanam apa yang dibutuhkan keluarga, memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar rumah, dan belajar bersama dalam kelompok. Hasilnya bukan hanya pangan yang lebih beragam di meja makan, tetapi juga lingkungan rumah yang lebih hijau dan tertata.
Baca pengertian dan latar belakang P2BEmpat pilar ini menjadi landasan setiap kegiatan P2B, dari perencanaan di tingkat kelompok hingga panen di pekarangan keluarga.
Keluarga memiliki sumber pangan dekat rumah yang dapat diandalkan, terutama saat harga di pasar naik.
Keragaman tanaman membantu menyediakan sayur dan buah yang dibutuhkan untuk pola makan seimbang.
Kelompok menjadi ruang belajar, berbagi bibit, dan mengambil keputusan secara bersama.
Lahan sekitar rumah ditata produktif dengan teknik yang sesuai dengan luas dan kondisinya.
Arah yang ingin dicapai melalui pemanfaatan pekarangan secara terencana.
Menyediakan bahan pangan segar yang dapat dipanen kapan saja dibutuhkan.
Mendorong menu keluarga yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Menambah asupan vitamin, mineral, dan serat dari hasil pekarangan sendiri.
Menata pekarangan sempit hingga luas agar setiap jengkal lahan bermanfaat.
Menguatkan peran kelompok, terutama perempuan, dalam pengelolaan pangan.
Membangun siklus bibit, tanam, panen, dan kompos yang terus berputar.
Kelompok yang menjadi pelaku utama kegiatan di lapangan.
Pengalaman budidaya menjadi modal pendampingan anggota lain.
Penggerak kebun pangan dan pengolahan hasil di tingkat rumah tangga.
Organisasi warga yang mengelola lahan bersama di lingkungan.
Unit terkecil yang merasakan langsung manfaat panen pekarangan.
Lingkup desa yang menjaga keberlanjutan kebun dan kebun bibit.
Kegiatan berjalan bertahap agar setiap kelompok siap sebelum mulai menanam dan terus didampingi sesudahnya.
Menyusun rencana tanam bersama kelompok.
Menyiapkan lahan, media tanam, dan bibit.
Penanaman di pekarangan anggota dan lahan contoh.
Bimbingan teknis berkala di lapangan.
Pencatatan pertumbuhan dan hasil panen.
Menilai capaian dan merencanakan tahap berikutnya.
Pilihan tanaman disusun agar keluarga mendapat pangan yang beragam sepanjang musim.
Contoh penyajian angka capaian kegiatan pekarangan di tingkat kelompok dan wilayah.
Angka di atas merupakan data ilustrasi untuk contoh penyajian, bukan data resmi pemerintah. Cara membaca indikator capaian dijelaskan di halaman Monitoring dan Evaluasi.
Pekarangan yang ditanami secara teratur memberikan manfaat yang terasa langsung di rumah tangga, sekaligus memperkuat hubungan antarwarga di lingkungan sekitar.
Pelajari manfaat bagi penerimaEmpat langkah dasar ini dapat dilakukan oleh keluarga mana pun, termasuk yang baru pertama kali menanam.
Buka panduan lengkapCatat luas, arah sinar matahari, dan sumber air.
Mulai dari sayuran daun yang cepat dipanen.
Campur tanah, kompos, dan sekam secukupnya.
Siram rutin, cabut gulma, dan catat hasil panen.
P2B atau Pekarangan Pangan Bergizi adalah pendekatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah dan lahan sekitar permukiman untuk menghasilkan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Hasilnya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga sehari-hari.
Kegiatan P2B umumnya melibatkan kelompok tani, kelompok wanita tani, kelompok masyarakat, keluarga, dan komunitas desa. Partisipasi biasanya dilakukan melalui kelompok agar pendampingan, penyediaan bibit, dan berbagi pengetahuan berjalan lebih efektif.
Tidak ada ukuran tunggal. Pekarangan sempit tetap dapat dimanfaatkan dengan polybag, pot, rak bertingkat, atau sistem vertikultur. Pekarangan yang lebih luas dapat menampung bedengan sayuran, pohon buah, hingga tempat pengomposan.
Pilih komoditas yang cepat dipanen, sesuai kondisi setempat, dan disukai keluarga. Kombinasi sayuran daun, sayuran buah, tanaman umbi, buah pekarangan, tanaman bumbu, dan tanaman herbal membantu menyediakan pangan yang lebih beragam.
Hasil panen diutamakan untuk konsumsi keluarga. Kelebihan hasil dapat dibagikan kepada tetangga, diolah menjadi produk pangan sederhana, atau dijual untuk menambah pendapatan rumah tangga dan kas kelompok.
Pelajari prinsip, tahapan, dan panduan teknis Program P2B untuk menata pekarangan menjadi sumber pangan bergizi yang berkelanjutan.